Powered By Blogger

Senin, 23 Mei 2011

DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CIBALONG MENANTIKAN INVESTOR

DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CIBALONG MENANTIKAN INVESTOR
Segelintir atau sebagian paradigma/tokoh masyarakat khususnya yang berada di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut beranggapan bahwa kampung yang tidak tertinggal itu kampung yang banyak menerima bantuan dari pemerintah baik itu bantuan/sumbangan dari pemerintah pusat, propinsi ataupun pemerintahan kabupaten, diantaranya bantuan raskin jangan sampai tersendat, PNPM, pertanian, peternakan, lumbung, dan sejenis koperasi lainya diantaranya LKM (Lembaga Keuangan Mikro).
Bahwa pandangan di atas itu adalah merupakan suatu anggapan yang keliru kalau dilihat dari segi pembelajaran untuk mendidik warga masyarakat yang sebenarnya, padahal yang lebih baik warga yang berada di daerah pedesaan khususnya Desa karyamukti Kecamatan Cibalong alangkah baiknya pemerintah setempat memberikan penyuluhan untuk warganya dengan tujuan supaya warganya itu hidup secara mandiri tanpa tergantung terhadap sumbang atau bantuan-bantuan yang sifatnya membuat warga menjadi malas dan tidak untuk berdikari (berdiri dikaki sendiri).
Menurut wilayah dan geografi yang ada di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong sangat memungkinkan bahwa masyarakat berbuat secara swadaya karena lahan atau wilayah yang ada sebagian besar adalah tanah/lahan tidur yang sesungguhnya sangat potensial, karena kurang pembinaan atau penyuluhan dari pemerintah maka semua kegiatan yang dilakukan sebagian besar tidak berhasil karena tidak terprogram secara terpadu.
Alangkah baiknya kalau pemerintah mengarahkan menurut program yang telah dirancang, maka parapetani yang notabene berada di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong mulai dari penanaman, pemerliharaan, memetik hasilnya sampai dengan adanya penampungan pemasaran, hal ini akan dapat dirasakan secara maksima oleh para petani itu sendiri.
Contoh Potensi yang Berada di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong
1. Peternakan, adanya lahan yang potensial untuk mengambil rumput karena berdekatan dengan perkebunan.
2. Pertanian, lahan sawah dan lahan kebun petani yang sangat cocok
3. Pengangguran, banyaknya lulusan SLTP dan SLTA yang tidak bekerja
4. Akses jalan yang memungkinkan, lalulintas transportasi berada dijalan jalur utama yang menghubungkan antar kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya
5. Akses lintas Instansi sangat dekat karena berada di pusat ibu kota Kecamatan Cibalong.
Semua potensi di atas sampai saat ini masih tersendat karena tidak adanya investor yang dapat menampung, membina, dan pemasaran hasil dari semua warga.
Alangkah bahagianya apabila ada invertor yang mau datang untuk membangun Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong, akhirnya akan dapat meminimalisir kesulitan dari berbagai bidang.
Ingat : Untuk meningkatkan tarap kemajuan itu bisa dilihat dari 3 segi yaitu dari segi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Apabila dari ketiga segi pilar di atas sudah matang maka akan lebih maju masyarakat Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong, dan sebaliknya apabila tidak ditopakng oleh ketiga segi tadi maka jangan harap tarap kamujaun di Desa Karyamukti akan terbukti.
Kurang dan lebihnya mohon maaf hal ini hanya sekedar curahan hati semata melihat dari kenyataan  penulis ang ada, dan sering pengalaman dengan Sdr. Peri Rianto, S.Pd.I (pengelola LKM Kp. Cibaregbeg Desa  Karyamukti Kecamatan Cibalong).
Wassalam

TERCAPAINYA SEBUAH CITA-CITA

TERCAPAINYA SEBUAH CITA-CITA
Ketia masih kecil saya ingin sekali melihat Ibu Kota Indonesia yaitu Jakarta, jangankan Jakarta, Bandung Ibu Kota Propinsi Jawa Barat, Garut Ibu Kota Kabupaten sendiri juga masih terlintas dibenak, karena tempat tinggalku nun jauh dari keramaian kota yang bising. Tetapi semua angan-angan yang dulu itu sekarang sudah tercapai malah lebih dari itu. 
Ketika waktu itu tepatnya bulan Juni tahun 1986 saya tamat dari sekolah dasar dan ingin melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yaitu tingkat SLTP atau yang sederajat lainnya. Tetapi keadaan orang tua tidak mampu untuk melanjutkan maka kedua orang tua saya tidak mengijinkan untuk bersekolah, terpaksa saya minggat dari orang tua menuju kakakku yang berada di ibu kota Kecamatan. 
Memang cita-cita ku semenjak kecil ingin menjadi seorang guru yang semestinya untuk sebutan guru pada waktu itu adalah Umar bakri yang gajihnya sedikit, tetapi cita-cita ku tetap melekat dalam hati. Tiga tahun belajar di SMPN Cibalong (1988) alhamdullilah telah membuahkan hasil mendapatkan selembar STTB (Surat Tanda Tamat Belajar)/Izajah. 
Juni 1988 saya menamatkan sekolah SMP, dan ingin melanjutkan lagi ke tingkat SLTA yang dalam hatiku hanyalah Sekolah Pendidikan Guru (SPG), pada waktu itu juga saya berangkat ke Kota Garut dengan tujuan yang tidak menentu karena tidak punya saudara yang tinggal di Kota Garut, tetapi walaupun keadaan seperti itu  tetap saya nekat dan tidak putus asa hayalah harapan dan harapan. Akhirnya sapailah ditujuan yaitu Kota Garut yang diimpi-impikan. Inilah garut itu banyak kendaraan dan keramaian baik siang maupun malam.
Waktu penerimaan siswa baru di SPG tepatnya di SPGN Garut Jalan Kiansantang depan Gedung Pendopo tempat Bupati tinggal, aku memberanikan diri untuk mendaftar, ternyata aku ditolak dengan alasan NEM (Nilai Ebtanas Murni) kecil alias kurang dari standar yang telah ditentukan oleh pihak SPGN Garut.
Saya keluar dari gedung itu sambil merenung bagaimana kalau sudah begini dan bingun tidur dimana, jangankan orang tua saudara pun tidak punya, tapi ada temanku yang setia, mungkin merasa iba, dia mengajak saya tidur di tempat kakaknya kos. seketika itu pula saya ikut dengannya. Hari Senin malam Selasa kira-kira pukul 20.00 WIB datang kakakku menjemput pulang, ketika itu pula aku mengikuti ajakan Kakakku untuk tidur di tempat temanya yaitu Bapak Eem Sulaeman/Ibu Jua di Jalan Jaya Raga.
Kesesokan harinya kakakku menagajak ke Bandung maksunya untuk melanjutkan sekolah di sana, aku kaget  karena selama yang aku impikan baru kali ini tahu kota Bandung dengan julukan kota kembang itu.
Selama tiga tahun aku sekolah di SPG namanya SPG Patria Bandung jalan Wartawan No. 22 Kota Madya Bandung dan mendapatkan Izajah/STTB.(1991).
Setelah tamat dari SPG saya pulang ke kampung halaman tempat kelahiranku dengan maksud ingin membangun desaku, ternyata tak semudah itu walaupun aku telah menyandang sebagai pendidik. Akhirnya semua kegiatan aku jalani mulai menjadi tenaga sukarelawan di SD (1991-2003), selama itu aku tidak tinggal diam, melamar pekerjaan ke PT. Mekatama Raya yang namanya diganti Yayasan TVRI dan bekerja sebagai Kolektor TV penagih iuran televisi, di samping itu pula saya ikut magang menjahit pakaian di Kakakku karena kakakku selain menjadi penjaga sekolah yang statusnya mutasi ke DEPDIKBUD Kakakku juga sebagai penjahit, tak sampai disitu aku juga pernah menjadi kuli bangunan sebagai laden tukang aduk disebuah bangunan, pernah menjadi kondektur suatu bus kepunyaan saudara mertuaku tapi tidak lama hanya kuat satu minggu, aku berhenti karena banyak resiko yang dihadapi sebab sehari-hari bergelut dengan orang-orang jalanan, mungkin bukan besicnya.
tahun 2003-2005 aku diangkat menjadi TKK (Tenaga Kontrak Kerja) Guru berkat anak paman/anak adik ibuku. Tahun 2005 Januari aku menjadi CPNS hinggga sekarang alham dulilah cita-cita yang dari kecil itu bisa terwujud walaupun hanya sebagai umar bakri.
Aku bersyukur kepada Allah SWT, dan kepada kedua Orang Tuanku, saudara-saudaraku, keluargaku, mertuaku, dan kepada semua teman-temanku yang telah membantu hingga aku menjadi begini. (menjadi guru walaupun kata orang gajihnya sedikit dibanding dengan pegawai pemerintah lainnya tetapi bagi saya ini sangat berharga karena bisa hidup sederhana dan bisa mengabdikan diri dan mencerdaskan anak bangsa).
Hati ini merasa lega karena aku baru kali ini membuat artikel pribadiku sehingga tercapainya sebuah cita-cita.
Yang ku tulis ini hanyalah pengalaman sendiri tanpa ada muatan apapun. Wassalam...............
hanca.........................!!!

Minggu, 22 Mei 2011

http://www.bunyamin.cibalong.com: 2 PEKAN PASCA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN CIBALONG...

http://www.bunyamin.cibalong.com: 2 PEKAN PASCA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN CIBALONG...: "2 PEKAN PASCA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT Secara keseluruhan pasca banjir bandang yang menimpa Kecamatan Cibalong..."

2 PEKAN PASCA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT

2 PEKAN PASCA BANJIR BANDANG
DI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT
Secara keseluruhan pasca banjir bandang yang menimpa Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat khususnya Desa Karyamukti hampir 70 % normal-normal saja khususnya di Desa Karyamukti dan desa yang lainnya, tetapi bagi warga yang tertimpa musibah banjir bandang di Desa Karyasari Khususnya di KP. Sarimukti/Kp. Cibarengkok, Kp. Cibera dan sekitarnya masih dihantui dengan rasa was-was dan truma, terutama yang berada di kawasan terjadi banjir bandang apalagi yang rumahnya dan barang-barang tersungkur terbawa arus air yang deras secara mendadak.
Bagi Desa Karyamukti yang menjadi rasa takut khususnya Kp. Babakan Nangka/Kp. Cibaregbeg adanya banjir dari sungai Cisangiri karena datarannya sangat rendah menurut ukuran kawasan yang rawan kebanjiran untuk setiap musim hujan. Hamper setiap tahunnya daerah ini (Kp. Babakan nangka) menjadi langganan air bah yang meluap dari Sungai Cisanggiri. Apalagi pada musim pancaroba seperti ini semua warga yang tinggal di kawasan kampung tersebut setiap malamnya dirundung dan dihantui rasa ketakutan apalagi musim yang tidak menentu kadang siangnya cuaca cerah ternyata sore harinya secara tiba-tiba/mendadak turun hujan yang deras, tetapi walaupun keadaan seperti yang saya paparkan di atas, warganya tetap bertahan dan sabar karena tidak ada tempat/lahan yang mereka punyai selain tanah yang ditempatinya itu.
Saya yakin dengan ketabahan dan ketawakalan semua warga dan didukung oleh pemerintahan terkait, maka bencana yang pernah terjadi dapat diantisipasinya dengan baik walaupun tidak seoptimal sesuai dengan yang diharapkan oleh semua warga.
Maka saya menghimbau kepada semua pembaca artikel ini, khusunya kepada yang berkompeten dengan bebetulan saja diantaranya Dinas Sosial untuk memberikan bantuan diantaranya membuat dam berupa boronjong yang nantinya bisa meninimalisir korban-korban bencana banjir walaupun belum pernah terjadi korban jiwa alangkah baiknya kita sedia paying sebelum hujan.
Khusus kepada TAKA mahasiswa UNPAD yang akan melaksanakan Program KKN di Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong kami tunggu dengan senang hati, mudah-mudahan dengan kedatangan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN tersebut dapat menjembatani bantuan-bantuan dimulai dari sekarang dan untuk seterusnya. Mudah-mudahan kita semua dapat perlindungan dari-Nya, dan dijauhkan dari mara bahaya dan bukan bencana sebagai siksaan dari Maha Pencipta Alam dan segala isinya ini.
Akhir kata, mohon maaf artikel ini kami buat, hanya semata-mata mencurahkan rasa simpati terhadap dareah saya sendiri agar lebih nyaman, tentram, aman dan lebih maju sesuai dengan program pemerintah. Sebagai mana pepatah mengatakan “Dimana kita berpijak, Disitu pula langit harus dijunjung”.
dibuat oleh :(http:/www.bunyamin.cibalong.com), pada Minggu, 22 Mei 2011 pukul 21.50 WIB.

Sabtu, 21 Mei 2011

http://www.bunyamin.cibalong.com: WAJAR DIKDAS 9 TAHUN

http://www.bunyamin.cibalong.com: WAJAR DIKDAS 9 TAHUN: "WAJAR DIKDAS 9 TAHUN Menggali potensi pesantren, baik dalam konteks Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun (selanjutnya wajar..."

http://www.bunyamin.cibalong.com: KISRUHYNA KONGRES PSSI 2011

http://www.bunyamin.cibalong.com: KISRUHYNA KONGRES PSSI 2011: "KISRUHNYA KONRES PSSI 2011 Kisruhnya Kongres PSSI yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga 'Andi Malarangeng'Jum'at, 20 Mei 2011 merupa..."

KISRUHYNA KONGRES PSSI 2011

KISRUHNYA KONRES PSSI 2011
Kisruhnya Kongres PSSI yang dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga "Andi Malarangeng"Jum'at, 20 Mei 2011 merupakan suatu kemunduran bagi persepakbolaan di Indonesia, sebab sanksi FIFA jatuh maka persepakbolaan kita akan merosot secara tajam, karena pesepakbola muda kita akan tidak ikut diperkancahan persepakbolaan Internasional. Pada perinsipnya pemerintah tidak bolej ikut campur tangan tapi kali ini alangkah baiknya pihak pemerintah di bawah KEMEPORA harus mengambil sikap yang lebih baik dari pada dibiarkan secara begitu saja.
Kekecewaan yang dapat kita saksikan dari berbagai media, baik itu media cetak atau media elektronik seperti televisi, dll sangat terlihat, karena PSSI ke depan tidak ikut berlaga diberbagai event tingkat dunia.
Coba bayangkan kalau sudah begini apa jadinya persepakbolaan kita ini. Siapakah yang bertanggung jawab? Semestinya para petinggi-petinggi kita harus legowo, dan jangan ingin mementingkan diri sendiri atau kepentingan-kepentingan kelompok, tapi ini yang harus dipikirkan secara menyeluruh yang berkaitan dengan jumlah rakyat pecinta sepak bola yang ada di negeri ini.
Kita tunggu saja keputusan yang diberikan oleh FIFA kepada kita. Jikalau keputusan itu berupa sanksi maka jangan harap persepakbolaan kita akan maju malah lebih jauh kemundurannya ditimbang kemajuannya, dan jikalau keputusan FIFA nanti bukan merupakan suatu sanksi akan tetapi suatu peringatan biasa maka berlegalah persepakbolaan kita.
Kita tunggu keputusan FIFA selanjutnya. Semoga Komite Normalisasi yang diketua oleh Agum Gumelar mengadakan lobi ke FIFA bisa membawa dampak positif bagi keputusan FIFA tersebut, sehungga kita berlega hati semuanya.
Semoga, semoga dan semoga bangkitlah persepakbolaan negeri ini. Amiiin